Hari Raya Waisak
298 hari lagi menuju Hari Raya Waisak
Tentang Hari Raya Waisak
Hari Raya Waisak, atau dikenal pula sebagai Trisuci Waisak, adalah hari raya keagamaan umat Buddha di Indonesia yang memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama. Sebagai hari libur nasional, tanggal peringatan ini ditentukan setiap tahun berdasarkan fase bulan purnama pada bulan Vaisakha dalam kalender Buddhis.
Sejarah
Trisuci Waisak dirayakan untuk memperingati tiga momen penting yang diyakini terjadi pada hari bulan purnama yang sama: kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, pencapaian Pencerahan Sempurna di bawah Pohon Bodhi di Bodh Gaya, serta kemangkatan mutlak (Parinibbana) Buddha Gotama di Kushinagar. Secara global, pengakuan perayaan Waisak diresmikan dalam Konferensi Persekutuan Buddhis Sedunia (World Fellowship of Buddhists) pertama di Sri Lanka pada tahun 1950.
Di Indonesia, perayaan Waisak secara terbuka di kompleks Candi Borobudur diinisiasi sejak tahun 1929 oleh perhimpunan Teosofi Hindia Belanda. Setelah sempat terhenti pada masa perang kemerdekaan dan pemugaran candi, kegiatan keagamaan ini kembali diselenggarakan secara rutin. Pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan Hari Raya Waisak sebagai hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 3 Tahun 1983.
Tradisi & Perayaan
Rangkaian peringatan Waisak nasional berpusat di kawasan Candi Mendut dan Candi Borobudur, Jawa Tengah. Prosesi diawali dengan pengambilan air berkah di Umbul Jumprit (Kabupaten Temanggung) dan pengambilan Api Dharma dari sumber api abadi Mrapen (Kabupaten Grobogan), yang kemudian disemayamkan di Candi Mendut. Umat Buddha dan para biksu melakukan tradisi pindapatta (memberikan sedekah makanan kepada biksu), melakukan meditasi khusyuk menjelang detik-detik Waisak saat puncak bulan purnama, serta mengelilingi candi secara searah jarum jam (pradaksina). Puncak acara diakhiri dengan pelepasan ribuan lampion kertas ke udara di pelataran Candi Borobudur sebagai simbol pembebasan batin dan doa perdamaian bagi seluruh makhluk.
Tahukah Anda?
- Istilah "Trisuci" merujuk pada tiga peristiwa sakral dalam kehidupan Buddha Gautama yang terjadi pada hari bulan purnama di bulan Vaisakha.
- Penentuan puncak peringatan Waisak di Indonesia dihitung secara presisi hingga satuan detik (dikenal sebagai detik-detik Waisak) berdasarkan kalkulasi astronomi posisi bulan purnama.
- Festival pelepasan lampion Waisak di Candi Borobudur menjadi salah satu daya tarik spiritual dan pariwisata internasional terbesar di Indonesia.
- Waisak resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional di Indonesia bersamaan dengan Hari Raya Nyepi pada tahun 1983.
Tanggal Hari Raya Waisak berdasarkan tahun
Tanggal bertanda perkiraan dihitung secara matematis dan akan diperbarui setelah dikonfirmasi secara resmi.
Pertanyaan Umum
Apa yang dimaksud dengan Trisuci Waisak?
Trisuci Waisak adalah peringatan tiga peristiwa penting dalam sejarah Buddhis yang terjadi pada hari yang sama: kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian pencerahan menjadi Buddha, dan wafatnya (Parinibbana) Buddha Gautama.
Mengapa tanggal Hari Raya Waisak bergeser setiap tahunnya?
Tanggal Waisak ditentukan berdasarkan kalender candra (lunar) Buddhis, tepatnya pada saat bulan purnama sempurna di bulan Vaisakha, yang dalam kalender Masehi umumnya jatuh antara bulan Mei dan Juni.
Apakah masyarakat umum non-Buddha boleh menyaksikan perayaan di Candi Borobudur?
Boleh. Masyarakat umum dan wisatawan diizinkan menyaksikan rangkaian acara serta festival lampion di Candi Borobudur, dengan kewajiban menjaga ketertiban, kesopanan, dan menghormati kekhusyukan ibadah umat Buddha.